Cari Blog Ini

Sabtu, 18 Februari 2017

Suku Mee Tanah Tabi Gelar, Pemilihan Kepala Suku.saa


saat kegitan berlangsung di ruangan.masa sedang berpartisipasi dalam kegiatan..

Saat kegiatan pemilihan kepalah suku besar suku mee di tanah tabi pada hari jumat,17/02 /2017 yang berlangsung di jayapura-papua.

Jayapura(woto news)-,Jayapura-Suku Mee yang mendiami di Tanah tabi menggelar pemilihan kepala Suku besar Meepago di Jayapura. Kegiatan pemilhan kepala suku ini dalam kepemimpinan 5 tahun kedepan. 

Jumlah 307 suara hak Memilih tetap dalam pemilihan kepala Suku besar di Jayapura. Dalam kegaitan ini yang telah hadir adalah perwakilan pemprov Papua, yg diwakili Drg, Alowisyus Giyai. M. Ked DPR Papua, Wali kota Jayapaura, 

Ketua Tim Formatur Menase Kadepa menyampaikan LPJ sekaligus menyampaikan sambutan. Kegiatan pemilihan v Kepala Suku Mee ini secara resmi dibuka oleh pemprov Papua dalam hal ini mewakili Drg Alowisyus Giyai yang juga sebagai kepala dinas Kesehatan Papua. 

Setelah itu, dilanjutkan dengan pemaparan Visi dan Misi para calon kepala Suku besar Mee.Para calon berjumlah 7 bakal calon kepala Suku. 

Sesen berikut dulanjutkan dengan agenda pemiihan. Agenada pemilihan ini di bagi dalam empat kelompok yang pertama: 1 perwakilan Pemprov Papua. 2. Intelektual Suku Mee. 3. Tujuh Bakal calon kepala Suku besar 4. Sesuai dengan daftar hadir yang telah didaftar dalam Absen.







Pewarta:Demianus Buna
Editor:Yerri Kogopa

Senin, 13 Februari 2017

Kepala Dinas Kominfo Akan Hadirkan Jaringan Tulang Serat Optik Nasional Palapa Ring Dalam Tahun ini


Ketika meminta keterangan Kepada Dinas Konimfo kab. Paniai Selpius Yogi, S.Kom. MM Saat situasi kerja di kantornya,kabupaten paniai-papua,com

Paniai(woto news),-Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) kab. Paniai akan hadirkan Jaringan Tulang Punggung serat optik nasional palapa Ring, salah satu proyek strategis nasional sesuai dengan peraturan presiden No 3 Tuhun 2016 tentang percepatan pelaksanakan Proyek Strategis nasional proyek palapa Ring.

Pelaksana proyek ini yang kelolah oleh Unit pelaksana teknis (UPT) dinas Kominfo Kab. Paniai, balai penyedia Telekomunikasi ini pengolola pola badan layanan umum kab. Paniai. Kata Selpius Kepada Dinas Konimfo kab. Paniai Selpius Yogi, S.Kom. MM kepada www.woto news.bloogspot.com.

Ia,menjelaskan proyek palapa ring ini pembangunan infrastruktur jaringan tulang punggungg serat optik Nasional dan bagunan ini akan dibangun 57 Kabupaten di indonesia salah satunya di kabupaten paniai. Katanya.

Lanjut Selpius, pemerintah Kab. Paniai perang menyediakan jaminan proyek perioritaskan jaringan Palapa Ring Timur, kepala dinas kominfo kab. Paniai selaku penanggung jawab dan akan kerja sama dengan menandatang PT. jaring Palapa Timur telematika hadirkan Jaringan palapa Ring Timur PT. jangan palapa ini akan kelolah oleh Dinas Kominfo Kab. Paniai melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan akan kerja sama dengan PT. Palapa ring timur jaring telekomunikasi. 

Lanjut yogi, kami sebagai Dinas kominfo maka Bapak/ibu masyarakat kab. Paniai pimpinan intasi dan kepala daerah kab. Paniai terkait dapat memberikan kelancaran dan proses perizinan yang kebutuhan oleh palapa ring timur telekomunikasi/telematika dalam melaksakan proses pembagunan proyek palapa ring yang mengacu pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku perinzinan yang dibutuhkan salah satunya kab. Paniai ini.








Pewarta:Demianus Bunai
Editor: Yerri Kogopa

Rabu, 08 Februari 2017

Pemimpin Gereja AS Kecam Trump Istimewakan Pengungsi Kristen

WASHINGTON, (Woto news) - Rencana Presiden Donald John Trump, yang akan mengistimewakan pengungsi Kristen yang teraniaya untuk masuk ke Amerika Serikat justru mendapat kecaman dari sejumlah rohaniawan Kristen di negara itu.

Lewat perintah eksekutif yang ditandatanganinya pada hari Jumat (27/1), Trump menghentikan program penerimaan pengungsi selama 120 hari ke depan, dan menghentikan penerbitan visa untuk tujuh negara berpenduduk mayoritas Islam. Dalam sebuah wawancara, ia juga mengatakan bahwa kebijakannya ini akan memprioritaskan orang-orang Kristen dan minoritas lainnya yang teraniaya di negaranya.

Laporan New York Times mengatakan umat Kristen di AS terbelah menyikapi perintah eksekutif Trump yang telah memunculkan unjuk rasa di dalam dan luar negeri AS. Namun, sejumlah  besar rohaniawan Kristen dan pemimpin gereja di AS mengecam kebijakan itu dan menyebutnya sebagai kebijakan diskriminatif, sesat dan tidak manusiawi.

Kemarahan datang dari sejumlah pemimpin Kristen Injili, Katolik Roma pemimpin Protestan arus utama yang  mewakili gereja-gereja yang paling aktif dalam mencoba untuk membantu orang-orang Kristen teraniaya.

Menurut mereka, dengan memberikan preferensi kepada orang Kristen dibanding kepada Muslim, perintah eksekutif Trump mempertentangkan satu umat dengan umat lainnya.

Dengan melakukan pembatasan pengungsi  memasuki Amerika Serikat selama hampir empat bulan, perintah eksekutif Trump dinilai membiarkan orang menderita lebih lama di kamp-kamp pengungsian, ​​dan mencegah keluarga mereka bersatu kembali.

Banyak pemimpin agama  mengatakan bahwa menghentikan tanpa batas pengungsi dari Suriah, dan memotong jumlah total pengungsi yang diterima tahun ini sebesar 60.000, akan menutup pintu untuk mereka yang paling membutuhkan.

"Kami percaya semua harus mendapat pertolongan, terlepas dari apa pun keyakinan agama mereka," kata Uskup Joe S. Vásquez, ketua komite migrasi untuk Konferensi Waligereja Katolik Amerika Serikat.

Jen Smyers, direktur kebijakan dan program advokasi imigrasi dan pengungsi  Church World Service, sebuah pelayanan yang berafiliasi dengan puluhan denominasi Kristen, menyebut hari penandatanganan perintah eksekutif Trump sebagai "hari yang memalukan" dalam sejarah Amerika Serikat.

Meskipun demikian ada juga pemimpin agama Kristen yang membela kebijakan Trump. Salah satunya adalah Pendeta Franklin Graham, putra dari penginjil Billy Graham dan presiden Purse Samaritan, sebuah organisasi amal Kristen Injili.

Graham telah lama dikenal sebagai tokoh yang sangat kritis terhadap Islam, dan bulan Juli 2015 lalu ia mengusulkan pelarangan Muslim masuk ke AS sebagai solusi mengatasi terorisme.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (28/1), Graham mengatakan  "Kita perlu memastikan bahwa filosofi mereka terkait dengan kebebasan dan kemerdekaan sejalan dengan (filosofi) kita."

Dia menambahkan bahwa penganut hukum Syariah tidak akan cocok dengan konstitusi bangsa AS.

Sementara itu Jim Jacobson, presiden Christian Freedom International, yang mengadvokasi orang Kristen yang dianiaya, memuji perintah eksekutif Trump dan berkata, "Pemerintahan Trump telah memberikan harapan bagi orang Kristen yang teraniaya bahwa kasus mereka akhirnya akan dipertimbangkan."

Tidak semua kalangan Kristen Injili, (kalangan Kristen pendukung utama Donald Trump), setuju dengan perintah eksekutif tersebut. Pendeta Scott Arbeiter, presiden World Relief, yang merupakan organisasi yang berafiliasi dengan Asosiasi Nasional Kristen Injili, termasuk yang menolak.

Ia juga membantah klaim Trump bahwa pengungsi Kristen ke AS sangat dibatasi dan mengalami diskriminasi. "Kita tidak memiliki bukti yang akan mendukung keyakinan bahwa pemerintahan Obama telah melakukan diskriminasi terhadap populasi Kristen,"  Arbeiter.

Organisasi yang dipimpin oleh Arbeiter telah memukimkan kembali ribuan pengungsi Muslim, dengan bantuan jaringan 1.200 gereja-gereja Injili. Arbeiter mengatakan bahwa World Relief menentang "setiap tindakan yang akan mendiskriminasi orang yang paling rentan di dunia berdasarkan etnis, negara asal, agama, jenis kelamin atau identitas gender. Komitmen kami adalah untuk melayani orang-orang yang rentan tanpa memperhatikan faktor-faktor, atau yang lainnya. "

Dia mengatakan bahwa World Relief sudah mengumpulkan 12.000 tanda tangan dari orang-orang Kristen evangelis untuk  petisi yang menentang perintah eksekutif Trump.

"Kami akan menyerukan kepada jaringan kami, 1.200 gereja yang aktif untuk  terlibat," katanya, "dan meminta mereka untuk menggunakan suara mereka untuk mengubah narasi, untuk menentang fakta yang mendorong ketakutan besar sehingga orang terpaksa menerima perintah eksekutif ini."





http://www.satuharapan.com/read-detail/read/pemimpin-gereja-as-kecam-trump-istimewakan-pengungsi-kristen

Kepala Dinas Kominfo Kab. Paniai ,Adakan Rapat Pertama Kali Dengan Koleganya.


ketia situasi dalam kedaan rapat yang langsung di pimpin oleh kepala Keminfo kab. Paniai dalam hal ini bpkSelpius Yogi, S.kom. MM 


Paniai( Woto News)-Rapat pertama kali bersama pegawai negeri sipil disiplin adn dinas Komunikasi dan informatika harus bisa menjadi panutan/telandan bagi aparur sipil negara. Disiplin pegawai negeri sipil (pns) dikungkungan dinas Keminfo kab. Paniai harus bisa menjadi contah bagi SKPD di kabupaten Paniai demiakian disampaikan kepala dinas kominfo kab. Paniai Selpius Yogi, S.kom. MM ketiga memberi pengarahan pada rapat di ruang Rapat Kerjanya

“Di katakan disiplin dalam berbagai hal harus ditetapkan di dinas, karena mau tidak mau pegawai dinas kominfo adalah cermin bagi pegawai yang lain. Lanjut Yogi, siplin bagi PNS dimulai dari ketetapan waktu jam dinas berakaian, dinas dan termasuk pakaian antribut Pegawai. Kedepan kepala dinas kominfo yang dipercayakan untuk bertanggung jawab masalah disiplin dinas kominfo telah komimen untuk menegakkan disiplin ini, kata selpius. Kepala dinas Kominfo Selpis Yogi, S.kom. MM konfer kepada media Kepada www.toto news.bloogspot.com , pada hari senin tanggal 6/02/2017 di kantor dinas Kominfo di madi 

Lanjut yogi,”Paniai menjelaskan begitu jaga dengan pelaksanaan tugas tugas karyawan staf dinas kominfo sebagai abdi negara dan masyarakat, hentikan juga berjalan tugas sesuai aturan yang ada, sehingga ketika masyarakat berurusan akan merasa puas dengan perlayanan yang di berian. Pemantauan wartawan di lapamgan setelah di lakukan evaluasi terhadap disiplin pegawai dinas kominfo kab. Paniai, tetmasuk pelaksakan rapat para sekretaris dan bidang2 sudah memperhatikan hasil yang maksimalkan, hal ni dapat di lakukan denhan tingkat kehadiran pegawai dinas kominfo diruang rapat pada saat ni”.lanjutnya.

Ia menambhkan,”Disiplin pakaian dinas sengan aturen kepegawai. Melalui rapat staf pegawai dinas Kominfo Kab. Paniai menanamkan budaya disiplin pegawai yakni: disiplin pegawai, kerja pegawai, loyalitas pegawai, ketaatan pegawai dll. Pada rapat ini menjadi suata kewajiban bagi semua Karyawan Dinas Kominfo Kab. Paniai sebelum Memulai aktivitas Kantor”.Tambahnya
            





                                                                                                              


Pewarta: Demianus Bunay
Editor: Yerri Kogopa

Selasa, 07 Februari 2017

Susah Senang Hidup Bersama


ilustrasi :google.com


Oleh:Yerri kogopa

Artikel-Ada sepasang suami-istri yang berjualan nasi kuning di sebuah kompleks perumnas 3 waena (dekat kali kampwolker) kiri dari sekret bem uncen. Umur mereka sudah tidak muda lagi. Sang mungkin sudah berumur lebih dari 70, sedangkan istrinya sekitar 60-an.

Di sekitar mereka ada beberapa gerobak lain yang juga menjual makanan untuk sarapan pagi. Tapi dari semuanya, hanya gerobak mereka yang paling sepi. Setiap pagi, dalam perjalanan menuju ke kampus uncen, saya selalu melewati gerobak mereka yang selalu sepi. Gerobak itu tidak ada yang istimewa. Cukup sederhana. Jualannya pun standar. Setiap pagi pula, sepasang suami-istri itu duduk menjaga gerobak mereka dalam posisi yang selalu sama.

Sang suami duduk di luar gerobak, sementara istrinya di sampingnya. Kalau ada pembeli, sang suami dengan susah payah berdiri dari kursi (kadang dipapah istrinya) dan dengan ramah menyapa pembeli. Jika sang pembeli ingin makan di tempat, sang suami merapikan tempat duduk, sementara istrinya menyiapkan nasi kuning dan menyodorkan piring itu pada suaminya untuk diberikan pada sang pelanggan. 

Kalau sang pembeli ingin nasi kuning itu dibungkus, sang istri menyiapkan nasi kuning di kertas pembungkus, dan menyerahkan nasi bungkusan itu pada suaminya untuk diserahkan pada sang pelanggan. Saat sedang sepi pelanggan, pasangan suami-istri itu duduk diam. Sesekali jika istrinya agak terkantuk-kantuk, suaminya mengurut punggung istrinya. Atau jika suaminya berkeringat, sang istri dengan sigap mengambil sapu tangan dan mengelap keringat suaminya. Kalau mau jujur, nasi kuning mereka tidak terlalu spesial. Sangat standar. Tapi, kalau saya mencari sarapan pagi, saya selalu membeli masi kuning di tempat mereka. Bukan spesial-tidaknya. Tapi lebih karena cinta mereka yang membuat saya tergerak untuk selalu mampir. 

Dalam kesederhanaan, kala susah dan sedih karena tidak ada pelanggan, mereka tetap bersama. Sang suami tidak pernah memarahi istrinya yang tidak becus masak. Sang istri pun tidak pernah marah karena gerakan suaminya yang begitu lamban dalam melayani pelanggan. Dia bahkan memberi kesempatan suaminya untuk melayani pelanggan. Mereka selalu bersama, dan saling mendukung, bahkan di saat susah sekali pun. Hingga hari ini, sudah 2  tahun saya lewati tempat itu, mereka masih tetap di tempat yang sama, menjual nasi kuning, dan selalu bersikap sama. 

Penuh kesederhanaan. Penuh kasih sayang. Dan saling menguatkan di saat susah. Jika Anda kesana pasti anda sendiri yang akan merasakan hal itu, Anda bisa mampir  Tidak susah mencari gerobak mereka yang sederhana. Carilah gerobak yang paling sepi pelanggan. Mereka berjualan sejak pukul 07.00 hingga siang hari. 

Jujur, cinta kasih mereka membuat makanan yang sederhana itu terasa begitu nikmat. Cinta kasih yang begitu tulus, sederhana, apa adanya. Bahkan dalam kesusahan sekalipun, mereka tetap saling menguatkan. Sebuah kisah cinta yang luar biasa. Mungkinkah kita bisa seperti mereka.







Penulis: Mahasiswa Papua Sedang Kulia Di Jurusan Hubungan Internasiona (International Relation)