Rumah adat bentuk Honay
khusus di huni oleh laki-laki.Ilustrasi foto: sumber Ylsm news.
PENGUMUMAN
Kita
sebagai umat Tuhan, perlu membaca dan menghayati ayat firman Tuhan yang diambil
dari Alkitab Yakobus 4 : 17, bunyinya :
"Jadi Jika Seorang Tahu Bagaimana Ia Harus
Berbuat Baik Tetapi, Ia Tidak Melakukannya, Ia Berdosa".
Maka
olehnya itu, menurut berita yang telah dirilis melalui YLSM News 08 Oktober
2016 adalahsebagai berikut:
ROUTE PERJALANAN SOSIALISASI INTERNAL
TENTANG AGENDA GUGATAN TERHADAP PEMERINTAH KERAJAAN BELANDA
Dari
Jayapura menuju Paniai melalui Nabire pada hari Selasa 11 atau Rabu 12 Oktober
2016 mendatang, apabila biaya tiketnya memungkinkan.
ROUTE
SOSIALISASI INTERNAL TENTANG AGENDA GUGATAN SWP-YLSM PTPB TERHADAP PEMERINTAH
KERAJAAN BELANDA
Perjalanan
ini, kami akan gunakan sosialisasi tentang Agenda Gugatan YLSM PTPB - SWP
terhadap pemerintah kerajaan Belanda. Sosialisasi ini difokuskan kepada seluruh
Orang Asli Papua, oknum DPRP, DPRD, MRP, TOKOH AGAMA, Tokoh Adat, PNS, dan lain
Berkas
perkaranya telah diserahkan secara simbolis kepada pemerintah Belanda, 7
September 2016 lalu. Saya akan keliling dari Jayapura, Nabire, Dogiyai, Deiyai,
Paniai, Mimika, Intan Jaya, Puncak Jaya dan seterusnya sampai ke Wamena.
Sedangkan beberapa kabupaten di pesisir Pantai dapat disesuaikan sesuai
perintah SWP. Kami berusaha yakinkan masyarakat Papua dari Sorong sampai
Samarai tentang gugatan ini secara internal untuk tahapan pertama. Kemuadian,
berdasarkan data, fakta dan sejarah, SWP-YLSM PTPB akan sampaikan surat kepada
Ketua DPRP di Jayapura dan tembusannya akan disesuaikan.
Inti
tuntutan SWP-YLSM PTPB adalah sebagai berikut :
Pertama
:
Pihak
SWP-YLSM PTPB menuntut Belanda menyampaikan minta maaf kepada Orang Asli Papua
atas penipuan dan penandatanganan New York Agreement, 15 Agustus 1962 tanpa OAP
dilibatkan.
Kedua
:
Pemerintah
kerajaan Belanda dituntut untuk bersedia melakukan perundingan kembali antara
Belanda, Indonesia dan Papua Barat.
Demikian
dan terima kasih atas dukungan doa dan dana dari semua pihak untuk percepat
proses gugatannya di Belanda.
SERVIUS KEDEPA
Ketua
YLSM PTPB
Pewarta :Servius Kedepa
Editor :Geradus

