Cari Blog Ini

Selasa, 11 Oktober 2016

Jangan Lupa Sejarah Cahaya Bintang Fajar Timur

 
By : Martinus Nakapa

Sejarah adalah sebuah cahaya Induktif yang tidak Pernah lupakan Oleh Para leluhur dan cucunya.peristiawa riil yang dibuat oleh para leluhur nenek moyang adalah tongkat indentitas.

Cahaya Ku telah terbit dari dahulu kala

(OPINI) : Demi telah terbitnya bintang cahaya timur . para lelehurku tidak mennyerah atas dalam badai arus apapun sejak itu. Histori identitas jati dirinya tidak dapat di variabelkan walaupu program / agenda yang dibuat secara sitematis terstruktur dan penguasa menguasai 

dengan berbagai macam cara,strategi.


Cahaya ufuk telah shined dari sebelum saya dilahirkan.dan cahaya mata hari sudah di sinari dari sebelum saya di lahirkan oleh  ibu kandungku. Pada tahun 1960 an , dan mata hari di ufuk sudah ada dari sebelum manusia di jadikan oleh penciptaanNya. Nah ini menjadi suatu hal yang reflektif dan evaluatif bagi setiap manusia yang ada di dunia di atas muka bumi ini.


Suatu argumen ontologis yang yang argumenkan bahwa Mengapa perlukah menganalisa sejarah ufuk matahari bintang timur ? karena  Setiap manusia mempunyai asal – usul yang berbeda , setiap etnis  yang berbeda , dan setiap bangsa yang miripnya berbeda , maka dengan demikian, jika kita melihat latarbelakang historical ini ,namun history yang sangat merindukan bagi kami.


 Jangan lupa berati harus ingat terus sampai sejarah akan menyinar dari berbagai mendun kegelapan yang sudah, sedang di gelapi,  yang kita sudah, sedang rasakan ini. Sejak tahun 1960-an di ufuk matahari ku telah terbit, di depan mata orang cendekiawan  internasional /asing seperti: AS,  jepang,inggris, belanda, tetapi cahaya terbitan itu di rampas oleh penguasa kolonialindonesia berdasarkan asas rekayasa perjanjian new york yang di sebut new york agreement pada tanggal 15 agustus 1963 di nova guinea – netherland/  port numbay (sekarang jayapura).


Matahari telah terbit dari sebelum saya  lahir


 posisi / arah caha matahari adalah bagian timur,bukan bagian barat. Cahaya mata hari di sinari dari bagian timur bukan dari bagian barat. kata timur adalah bagian dari terbitan sinar mata hari, yang menyinari di seluruh dunia atau timurlah yang menyinarkan di dunia ini. 


Mengapakah? Karena dengan eksistensinya sinar timur sehingga seluruh dunia ada dalam terang, dan sinar timur itulah yang  menyerangi setiap negara secara umum lima benua yang ada di muka bumi ini.

Setiap Negara perlu ada dalam terang


setiap negara baik negara berkembang maupun negara yang bukan berkembang, negara maju maupun , bukan  negara maju bahkan negara yang sedang berkembang ada karena adanya sinar terang timur,  yang berati “matahari/ bintang Timur”, nah hal ini peranan yang sangat penting bagi setiap umat yang ada di setiap negara. 


hal ini  sangat krusial/urgen karena dialah yang mengendalikan atau menguasai dalam kehidupan kami sekalian yakni (terang).Seperti Pencipta Amanatkan kita bahwa “akulah terang dan Hidup , jalan dan kebenaran “ (LAI) yang membebaskan dari belenggu maut.


Sejarahku tak akan berkesudahan, pastii menyinari di atas tanah leluhur ini.dari berbagai gigitan kegelapan binatang liar yang sudah, sedang jelajah di atas tanah ini, negeri ini.


Matakariku, sudah sinar dari sebelum saya di lahirkan dari ibu kandungku,akan juga pasti bersinar kembali kepada tanah leluhur di ufuk pulau bintang timur /“Pulau Kriting”

Cahaya ku sudah bersinar pada seluruh dunia, sudah ada dalam terang, tetapi bagi “pulau kriting/ tanah kriting”cahayanya masih ada dalam tangan penjelajah gigitan singga maut, tapi pasti ada waktunya untuk bersinar.


Kesimpulan


Diufuk timur naan Disini,terbentang gunung, rumah Tuhan yang menjulan tinggi, kemuliaan Tuhan sedang bersinar terang, tanahku papua, tanah yang kaya di berkati Tuhan, Bangkitlah sekarang – bangkitlah sekarang menjadi terang bangsa – bangsa akan berduyung  – duyung datang kepada terangmu ohh, Papua.




(“Penulis adalah mahasiswa Martinus Nakapa yang sedang kuliah di jayapura – papua.pada fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik”)