Cari Blog Ini

Selasa, 08 November 2016

ANAK KOTEKA MELANGKA TANPA ALAS KAKI.


Foto: Umat Dakabo Sedang Perhiasan Dengan Pakai Adat Suku Mee 
Pegunungan Tengah Papua "Koteka Dan Moge"
Di Halaman Gegera St.Maria Dauwagu.



Oleh:Fredrik Minabukey Nakapa


“Budaya adalah identitas melangka adalah perjuangan dan alas kaki adalah dasar foudamen perjuangan di berbagai sisi teknologisasi,moderenisasi dan westrenisasi.”

 (Opini)-,secara etimolgi kami telah mengetahui bahawa koteka itu sendiri adalah identitas jati diri dan martabat yang hidup melekat pada manusia yang Tuhan telah di berikan sebagai ideology bangsa. Yang di sebut anak koteka adalah mereka yang kehidupannya lebih mendasarkan pada orang papua terlebih khusus orang papua yang hidup teritori di daerah pegunungan papua yakni orang mee(paniai,deiyai,paniai dan intan jaya),orang lani/dani (yalimo,yahukimo, lani jaya,dan pegunungan bintang).

 Ketika anak koteka bergerak hati untuk mencari dunia kehidupan yang sebenarnya utnuk mempertahankan hidupnya pasti akan melakukan reaksi-reaksi khusus yang tidak hilang dari kekasan budayanya karena ia lahir dari budaya dan akan mati pun dengan budayanya yang dimilikinya.

 Untuk Anak koteka mau melanka ke dunia era teknology yang sangat canggih i,melangka dengan kekosongan tanpa mengisi dan mengetahui tentang dunia perkembangan yang sebenarnya baik sisi moderenisasi,teknologisasi serta westrenisasi.

 Yang menjadi hak bagi anak kotek untuk menyerap berbagai bidang pengetauan yang kreatif maupun juga inofatif, adalah merupah karakter yang mampu menghadapi era global yang pada akhirnya akan menjadi anak koteka yang adalah agen pembaruan (agent of changes). 

Maka yang menjadi pegangan power untuk berjuang keras di segalah bidang adalah anak koteka yang punya hak penentu masa depan bangsa dan daerah kedepan Ketika Anak koteka melanka tanpa alas kaki di dunia publik, punya kemampuan (power) .

yang disebut power adalah anak koteka yang niat untuk melangka tanpa alas kaki. kecerdasan landasan utama serta berjuang dari keterbelakangan dari sisi teknologisasi,moderenisasi dan westerenisasi menuju karakter yang andal dan profesional. 

Maka olehnya itu anak koteka harus punya niat kereaktifitas yang tinggi untuk mendapat dunia kemajuan dan teknologysasi. Karna kau dan saya adalah agen penentu (agent of future) untuk bangsa dan papua kedepan maka untuk mewujudkan sesuatu yang sudah menjadi impian dari jejak masa kecil musti di jadikan sebagai foudamen yang perlu di pundaki .

Apa yang kita suda niat itu perlu mengejar dengan sepenu hati dan dengan hati yang ikhlas, maka kami akan mendapatkan kerajan yang sesunggunya . Momen yang sangat tepat adalah idealisasi di sisi niat yang kita sudah niat dari jejak masa kecil karena niat adalah suatu proses untuk menuju ke kesuksesan. 

Untuk mendapatkan kesuksesan adalah bukan suatu hal yang kecil namun membutuhkan suatu niat karena di balik niat ada banyak adalah ada banyak jalan yang berliku-liku untuk mewujudkan niat tersebut, Anda dan saya adalah anak koteka yang menjadi tulang punggung di tengga-tengga masyrakat, kau dan saya adalah ujung tombak untuk hak menentu di bagian pengetauan, hal penting yang kita tanami adalah hal-hal yang kita sudah niat itu bagaimana cara untuk kita aplikasikan dalam diri kita sendiri.

Yang menjadi kesimpulan adalah anak kotaka beranjak tanpa alas kaki untuk merubah diri dan merubah bangsa serta wilaya yang sebenarnya .Semua yang terjadi di kalangan kita masyarakat bagaimana sacara untuk kita mewujudkan ide-ide atau gagasan-gagasan kita yang sedang berniat di lubuk hati untuk merubah dunia.




 Penulis: Kapten IKAPPMMA Tahun 2016/2018