Cari Blog Ini

Selasa, 31 Januari 2017

Ketika Masa Depan Membawa Kita Menuju Kesuksesan



ilustrasi sumber google.com


Opini-Jalan hidup kita di dunia ini merupakan suatu hal yang tidak bisa kita tebak alur dan waktunya. Semua telah diatur oleh Tuhan dengan sebaik-baiknya dan tidak mungkin tertukar manusia dengan yang lain. Tuhan telah menentukan jalan mana yang hendak kita lewati, permasalahan hidup bagaimana yang kelak harus kita lewati, dan bagaimana cara kita dalam melewatinya.

Jalan hidup kita di dunia ini merupakan suatu hal yang tidak bisa kita tebak alur dan waktunya. Semua telah diatur oleh Tuhan dengan sebaik-baiknya dan tidak mungkin tertukar manusia dengan yang lain. Tuhan telah menentukan jalan mana yang hendak kita lewati, permasalahan hidup bagaimana yang kelak harus kita lewati, dan bagaimana cara kita dalam melewatinya.

Ya, semua alur kisah kita telah diatur sedemikian rupa yang menjadikan kita sebagai manusia untuk terus mencari jalan mana yang telah Tuhan tetapkan untuk kita. Yaitu alur cerita paling tepat yang akan membuat kehidupan bahagia kelak menyertai kita. Tugas manusia di dunia ini adalah mencari bekal dengan cara menjadi pemeran yang baik dalam cerita yang telah Tuhan siapkan untuk masing-masing dari kita. Jika kita menginginkan kesuksesan dalam hidup tentunya kita harus menjadi pemeran yang bisa melakonkan watak kita dengan baik, karena sekalipun kita telah baik pasti ada saja kegagalan yang menyertai.

Demikian dalam kehidupan ini selalu ada hikmah yang bisa dipetik dari semua itu. Kegagalan ataupun kesuksesan yang diperoleh seseorang adalah hasil dari bentuk usaha konkret yang ia lakukan dalam rangka ia mencari jalan hidup dan merubah nasibnya sendiri. Ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah mengubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut yang tidak mengubahnya sendiri.
Dari sinilah pesan jika manusia ingin meraih kesuksesan dan keberhasilan di dalam hidupnya maka jalan satu-satunya yang dapat dilakukan untuk mendapatkan itu adalah dengan berdoa dan berusaha. Tidak ada kesuksesan yang mengejar kita, melainkan kitalah yang mengejarnya dan kita juga yang bisa mengusahakannya.

Tidak ada kata menunggu untuk berhasil yang ada hanyalah proses usaha menuju berhasi. Namun ingatlah sekuat dan sehebat apapun kita berusaha mendapatkan keuksesan itu hasil akhir semua ini tetaplah Tuhan yang menentukannya. Sekalipun menurut kita hal itu baik bagi kita namun Tuhan tidak meridoi kita mendapatkannya apa mau dikata bukan? Sadarlah bahwa tidak selamanya yang menurut kita baik adalah baik untuk diri kita.

Lantas bagaimana masa depan yang sukses itu? Masa depan yang sukses adalah masa depan yang sudah sejak sekarang benar-benar serius kita usahakan keberadaannya dan memang benar Tuhan meridoi kita memperoleh apa yang kita dapatkan agar kelak menjadi manfaat bagi banyak orang. Dengan begiu ini seharusnya menjadi lecutan bagi kita semua bahwa setiap orang di dunia ini telah dipersiapkan kesuksesannya oleh Tuhan masing-masing tidak akan tertukar satu sama lain.

Jika kita banyak menemukan kesenjangan sosial antara orang kaya dan orang miskin, itu semua bukan semata hanya karena nasib masing-masing orang yang berbeda melainkan bagaimana usaha orang tersebut dalam mencapai kesuksesannya yang pasti berbeda satu sama lain. Orang yang mengalami dan merasakan ribuan kegagalan akan memperoleh kesuksesan besar dalam hidupnya, sedangkan orang yang miskin dan hidupnya susah adalah bentuk dia kurang dalam berusaha dan kadang malah dibutakan dengan yang menjadi milik lain.

Disinilah semangat dan etos hidup yang berbeda. Maka dari itu mulailah keberhasilan kita sejak dini dengan semangat belajar, bekerja, dan berusaha karena Tuhan akan menunjukkan jalan kesuksesan kita.



Oleh: Yerri Kogopa

Pendidikan di Papua membutuhkan Kearifan Budaya Lokal.



Foto ptobadi eki gobay.


Opini-Pendidikan adalah sebagai upaya sadar manusia dalam memahami diri sendiri dan lingkunganya atau upaya manusia dalam memahami interaksi dengan lingkungan sekitarnya baik itu berhubungan dengan manusia maupun alam disekitarnya. Oleh sebab itu pendidikan harus mampu memupuk dan menumbuhkan kesadaran akan arti keberadaan manusia untuk lingkungan dan alam sekitar.

Dewasa ini arus kebudayaan yang datang dari Barat semakin mewarnai sistem kehidupan baik dalam kehiudpan sosial maupun kultur/budaya dalam masyarakat papua barat. Di perparah lagi dengan adanya kecenderungan sebagian generasi muda bangsa ini berkiblat kepada kepada kebudayaan tersebut. Keadaan akan tampak semakin nyata ketika melihat pada fenomena yang ada seperti maraknya pergaulan bebas, meminum minuman keras, kasus narkoba hingga kekerasan dan sebagainya.

Di tengah arus globalisasi tersebut, fenomena yang terjadi membuat semakin menipisnya pemahaman peserta didik baik dalam jenjang sekolah dasar sampai menengah atas tentang sejarah lokal serta tradisi budaya yang ada dalam masyarakat. Oleh karena itu alangkah lebih baiknya jika lembaga pendidikan mampu menciptakan kegiatan pendidikan yang mengupayakan bagaimana caranya agar aneka ragam budaya yang telah dimiliki bangsa yang besar ini bisa dijaga dan dilestarikan bersama-sama.

Pendidikan di Papua membutuhkan pendidikan yang membentuk karakter peserta didiknya sesuai dengan karakter yang telah diwariskan oleh budaya lokal yang telah ada sejak zaman dahulu. Maka dari itu, lembaga pendidikan di Papua dapat menerapkan pendidikan yang berbasis pada local wisdom (kearifan lokal). Kearifan lokal merupakan produk budaya masa lalu yang patut secara terus-menerus dijadikan pegangan hidup.

Meskipun bernilai lokal tetapi nilai yang terkandung di dalamnya dianggap sangat universal. Dengan menerapakan pendidikan berbasis pada kearifan lokal atau local wisdom maka peserta didik diharapkan akan mampu menciptakan pendidikan yang memberi makna bagi kehidupan manusia Papua barat . Artinya, pendidikan mampu menciptakan generasi-generasi muda yang mampu melestarikan dan mencintai budaya sendiri.

Selain itu, pendidikan harus mampu membentuk karakter manusia yang berintegritas tinggi dan berkarakter sehingga mampu melahirkan tunas-tunas bangsa yang hebat dan bermartabat sesuai dengan spirit pendidikan yaitu memanusiakan manusia.


Penulis: eki gobai

Minggu, 29 Januari 2017

MUBES KE-II DAKABO Telah, Sepakti Oleh Kedua Kepalah Distrik


Kepalah distrik fajar timor (mikael kedepa) ketika meminta keterangan di kediamannya sumber facebook.com


Jayapura(woto news)-,Mubes (Musywarah Besar) Ke II DAKABO yang telah di perbicangkan oleh kalangan mahasiswa/i dan tokoh masyrakat pada saat detik-detik ini, telah di setuji dan sepakati  oleh kedua kepalah distrik yakni ,distrik fajar timor alias (mikael kedepa) dan kepalah distrik youtadi (samuel kobepa) di halaman gereja dauwagu.

Ketika minta keterangan dari media ini, telah mengatakan bahwa kegiatan mubes kami sangat setuju demi perubahan daerah yang lebih baik untuk kedepan”katanya mikael kedepa pada beberapa waktu yang lalu kepada www.woto news.blogspoot.com

lanjut kedepa, Maka oleh itu pihak pemerintah,toko agama,intlektual dan toko pendidkan siap mendukung penuh untuk menggelar kegiatan mubes II DAKABO  karena kegiatan ini sangat penting”.ungkapnya.

Oleh karena, itu harus laksanakan kegiatan tersebut di tempat terbuka yakni dikantor distrik fajar timor. 

Dan ia menabahkan “mendesak Kepada Tim Pengerak Mubes Ke-II DAKABO Se Indonesia,agar segera di bentuk panitia inti mubes ke ii di dakabo. Tambahnya.

Maka timpenggerak menanggapi bahwa kepada seluruh keluarga besar berasal dari ke dua distrik harus tepati waktu untuk bentuk panitia MUBES KE II DAKABOO. Tutupnya.





Pewarta :Otniel Kobepa
Editor :Yerri Kogopa

Jumat, 13 Januari 2017

Staf Sedang Salat Jumat ,Bintang Kejora Berkibar di KJRI Melbourne Australia


Warga Australia Kibarkan Bendera Bintang kejora/Papua Di dpan Gedung KJRI Australia Tdi Pukull:9-25 Live di Kompas Tv.

Jayapura (woto news)- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan pengibaran bendera Papua Merdeka, Bintang Kejora, di Kantor Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Melbourne, Australia, Jumat (6/1/2017), sekitar pukul 12.52 waktu setempat. 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan,bahwa” Pemerintah Australia memiliki tanggung jawab untuk melindungi perwakilan diplomatik dan konsuler yang ada di Australia. Hal itu sesuai dengan Konvensi Wina thn 1961 dan 1963 mengenai hubungan diplomatik dan konsuler. 

Lanjut "Pemerintah mengingatkan bahwa menjadi tanggung jawab Pemerintah Australia melindungi perwakilan diplomatik. Untuk itu Pemerintah RI meminta kepada Pemerintah Australia untuk memastikan dan meningkatkan perlindungan terhadap semua properti diplomatik dan konsuler Indonesia," ujar Arrmanatha saat dihubungi, Jumat (6/1/2017).

Arrmanatha mengatakan juga , peristiwa pengibaran tersebut terjadi pada sekitar pukul 12.52 siang, saat sebagian besar staff KJRI sedang melakukan ibadah Sholat Jumat. Pelaku menerobos halaman gedung apartemen tetangga KJRI sebelum memanjat pagar tembok KJRI yang tingginya lebih dari 2.5 meter. 

Atas peristiwa itu, Indonesia telah menyampaikan protes ke Pemerintah Australia dan meminta agar pelaku segera ditangkap. "Pemerintah RI telah menyampaikan protes ke Pemerintah Australia dan meminta agar pelaku segera ditangkap dan dihukum secara tegas sesuai hukum yang berlaku," kata dia.





Sumber:  Surya Malang.com