Cari Blog Ini

Senin, 03 Oktober 2016

Kehadiran MEA Di Papua,Masyrakat Papua Akan Terlantar.




Mama-papua sedang menjualan di pinggir jalan sambil menerema terik matahari dengan sinar ultaravioelt yang tajam di jayapura kota depan hotel Defonsoro.(ilustrasi sumber Harian Papua)

 Oleh : Yerri Kogopa 
 
Opini-,Pertama dan utama yang masyrakat papua musti di ketahui adalah apa itu MEA  di indonesia dan lebih khusus lagi di  papua, dan apa yang menjadi peluang dan efek negatif yang akan terjadi di papua yang penuh dengan sumber daya alam yang tumpah rua ini.

Maka olehnya itu, saya mau ajak teman-teman-kak,adik,kawan sahabat,sepupu  ras  melanesia yang ada di papua tercinta ini bahwa, apa yang di maksud dengan MEA.

MEA adalah sebuah agenda integrasi ekonomi negara-negara ASEAN yang bertujuan untuk menghilangkan, jika tidak, meminimalisasi hambatan-hambatan di dalam melakukan kegiatan ekonomi lintas kawasan, misalnya dalam perdagangan barang, jasa, dan investasi.

Hal ini dilakukan agar daya saing Asean meningkat serta bisa menyaingi Cina dan India untuk menarik investasi asing. Penanaman modal asing di wilayah ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan.

Pembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat.

Tujuan utama MEA 2016 yang ingin menghilangkan secara signifikan hambatan-hambatan kegiatan ekonomi lintas kawasan tersebut, diimplementasikan melalui 2 pilar utama, yaitu

ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi internasional (single market and production base) dengan elemen aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terdidik dan aliran modal yang lebih bebas

ASEAN sebagai kawasan dengan daya saing ekonomi yang tinggi (competitive economic region), dengan elemen peraturan kompetisi, perlindungan konsumen, hak atas kekayaan intelektual, pengembangan infrastruktur, perpajakan.

 Dengan secara otomatis dengan dua pilar tujuan utama dari kehahadiran mea ini, sumber daya papua pun akan habis apa lagi manusia papua akan keterbelakangan dan  hilang lenyap ,dalam satu menit. Apakah dengan kehadiran mea akan ada peluang yang dapat menguntungkan bagi masyrakat papua dari sisi ekonominya,karena eksitensi papua saat ini adalah sedang di intimidasi oleh negara NKRI dari sisi ekonominya dewan perwakilan daerah tidak perna buka mata dengan kebijakan ekonomi yang pada saat ini ekonomi papua sedang di kuras oleh negara-negara lain.suara dan keluan mahasiswa pun tidak perna di kabulkan oleh pemerinta indonesia yang sebenarnta suara mahasiswa adalah senjata ampuh yang tidak perna di kalahkan dari pihak apapun karena kehadira MEA di papua,

Iya,kehadiran MEA bagi indonesia adalah sangat menguntungkan tetapi bagi papua sangat merugikan alias “simbiosis parasitisme” yang dapat menguntungkan bagi orang lain seperti binatang benalu yang hidup menempel pada orang lain.


Apakah MEA memberikan peluang untuk Papua?

Bagi Indonesia, keberadaan MEA menjadi babak awal untuk mengembangkan berbagai kualitas perekonomian di kawasan Asia Tenggara dalam perkembangan pasar bebas di akhir 2016. MEA menjadi dua sisi mata uang bagi Indonesia : satu sisi menjadi kesempatan yang baik untuk menunjukkan kualitas dan kuantitas produk dan sumber daya manusia (SDM) Indonesia kepada negara-negara lain dengan terbuka, tetapi pada sisi yang lain dapat menjadi boomerang untuk Indonesia apabila Indonesia tidak dapat memanfaatkannya dengan baik.

MEA akan menjadi kesempatan yang baik karena hambatan perdagangan akan cenderung berkurang bahkan menjadi tidak ada. Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan eskpor yang pada akhirnya akan meningkatkan GDP Indonesia.

Pada sisi investasi, kondisi ini dapat menciptakan iklim yang mendukung masuknya Foreign Direct Investment (FDI) yang dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi melalui perkembangan teknologi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan sumber daya manusia (human capital) dan akses yang lebih mudah kepada pasar dunia.

Tetapi,untuk papua.

Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2015 adalah sesuatu yang dapat menghancurkan keberlangsungan polah-polah hidup kami orang papua karena kami pada dasarnya adalah belum siap untuk menghadapi,SDM papua masih taraf masif atau minim untuk menghadapi Mea di karenakan MEA dapat menakutkan bagi beberapa kalangan masyarakat Indonesia khususnya Papua. Misalnya ada kekhawatiran bahwa lahan yang ada di Indonesia diambil oleh Negara-negara asin.

Dunia persaingan tidak akan perna tinggal diam,Ia akan mengalir seperti “MAMBRAMO” yang tidak ada batasnya.Dengan tekanan globalisasi yang sanagt kuat akhirnya hampir semua sisi akan mempengaruhi  secara terstruktural,baik itu di sisi Pendidikan,Ekonomi,Politik,Kesehatan dan lainnya.semuanya ini akan terpengaruh apabila perkembangan globalisasi  sangat lebih pesat di dunia ini maka bersiap siaplah.

Dunia globalisasi sangat kuat dalam mempengaruhi taraf keberlangsungan kebutuhan hidup dan dinamika klasifikasi sosial masyarakat Papua,baik di lapangan dunia kerja Ekonomi,Berburuh,Bertanih maupun Meramu. Ditandai dengan terjadinya pengaruh dari medan dunia persaingan,Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) secara otomatis akan di aktifkan dengan mempengaruhi pola-pola kehidupan orang-orang  papua dari ekonomi berbasic local maupun nasional menjadi level Internasional dan di dalam pembangunan berkelanjutan dalam pembangunan sebuah Negara,baik di sisi pembangunan daerah maupun manajemen kepemimpinan Negara.

Tetapi yang lebih mempentingkan bagi kita dalam menghadapai (MEA),adalah membuat diskusi yang sangat besar-besaran kepada masyrakat tentang “Sumber Daya Manusia (SDM) Papua dalam menghadapi Masyrakat Ekonomi Asean(MEA).maka itu,dengan adanya kegiatan –kegiatan seperti ini,dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan yang signifikan bagi kehidupan manusia di Papua,agar kesiapan dan persiapan pribadi bisa menjamin taraf hidup yang akuntiblitas dan struktural.

Diskusi bebas bagi orang Papua merupakan suatu kondisi yang membuat masyrakat Papua membentuk kepribadian yang kokoh dalam menghadapi (MEA) dan solusi bagi kehidupan tipe orang rambut keriting dan hitam kulit dalam mengenyam Masyrakat Ekonomi Asean ini.

Kita telah mengetahuan bahwa (MEA) adalah salah satu tekanan pengaruh era globalisasi yang sangat kuat yang mana pola-pola kehidupan orang Papua yang tidak akan memampukan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean merupakan salah satu investasi perdagangan yang dapat bekerja sama dengan beberapa Negara untuk dapat mengkolaborasi dalam melengkapi beberapa elemen yang sangat penting dalam perkembangan sebuah Negara .Contoh sepuluh Negara tetangga ASEAN seperti Indonesia,Singapore,Malasya,Filiphina,Kamboja,Myanmar,Kuala lumpur,Jepang,Korea.

Yang menjadi kontribusi sumber daya manusia Papua adalah di lihat dari kemampuan dan bakat kita,bagimana mentafsirkan suatu masalah baik di kantor,Industry,somel dan juga beberapa lapangan kerja yang ada di Negara Indonesia.Di lain sisi akan di lihat dari pengalaman berkarir,sertifikat-sertifat yang telah di legaliserkan dari kursus computer dan kursus Bahasa Inggris jadi kemampuan-kemampuan ini yang akan di fungsikan dalam kerja sama Masyarakat Ekonomy Asean ini.

Dengan adanya tanda bukti seprti ini,orang-orang Papua bisa kerja di Negara-negara lain seperti Negara-negara tetangga kita yang terbentang di Asia Pasifik sedangan sebaliknya orang-orang luar dari Negara Indonesia memperbolehkan berkarir di beberapa kantor dan indusri yang ada di dalam Negara Indonesia.

Negara Indonesia secara khusus pulau Papua adalah tempat tersimpang kandungan minyak,gas,emas,dan beberapa mineral sehingga di sebut paru-paru dunia yang sangat beraneka ragam dengan kekayaan alam yang berlimpah

Bukinya,PT Freeport Indonesia yang di sebut pengusaha raksasa barat yang bisa menjamin hampir seluruh dunia merupakan salah satu saham kerja sama Negara-negara dan benua-benua baik benua Eropa, benua Afrika dan benua Amerika untuk menguras kekayaan alam di papua .

Bagaimana MEA akan mempengaruhi Polah-polah hidup orang papua. ?

Dari aspek ketenagakerjaan, terdapat kesempatan yang sangat besar bagi para pencari kerja karena dapat banyak tersedia lapangan kerja dengan berbagai kebutuhan akan keahlian yang beraneka ragam. Selain itu, akses untuk pergi keluar negeri dalam rangka mencari pekerjaan menjadi  lebih mudah bahkan bisa jadi tanpa ada hambatan tertentu. MEA juga menjadi kesempatan yang bagus bagi para wirausahawan untuk mencari pekerja terbaik sesuai dengan kriteria yang diinginkan.

Tapi perlu diingat bahwa hal ini dapat memunculkan risiko ketenagakarejaan bagi papua. Dilihat dari sisi pendidikan dan produktivitas, papua masih kalah bersaing dengan tenaga kerja yang berasal dari Malaysia, Singapura, dan Thailand serta fondasi industri yang bagi papua sendiri membuat Indonesia masih berada pada peringkat keempat di ASEAN.

Sadangkan masyrakat papua punya polah-polah hidup pun masih dalam taraf mencari makan minum sementara bertani, berburuh dan nelayan di laut tidak mampu untuk berlayar di ladang MEA ,masyrakat papua akan tertindas dengan kehadiran MEA.

Sikap yang perlu di ambil alih oleh mahasiswa,masyrakat  dan  DPRP dalam menghadapi MEA

Maka solusinya adalah kita mahasiswa adalah agen perubahan(agent of changes) untuk perubahan  wilayah papua untuk kedepan yang lebih baik,pada saat kesempatan ini merupakan kesempatan yang efektif untuk bertindak dan bersuara kepada pemerinta daerah maupun kepada pemerintah pusat untuk menolak tegas dengan mengagalkan kedatangan MEA di papua.ada beberapa pernyataan sikap mahasiswa papua yang musti di ajukan kepada negara klonial alis indonesia adalah;
1.Kami mahasiswa papua dengan tegas menolak kedatangan mea di papua.
2.sdm papua untuk menhghadapi aliran mea belum siap.
3.dinilai kehadiran mae bagi kami ras melanesia adalah sebuah kesempatan bagi indonesia.
4.sda sumber daya alam papua akan di kuras dalam satu detik.

Empat poin ini merupakan suara mahasiswa yang perlu di desak kepada pemerinta daerah untuk tidak berlakuan MEA di papua walaupun kami semua suda di ketahui bahawa MEA dengan secara otomatis akan masuk di papua tetapi kita sebagai orang papua musti di desak kami bisa dan pasti mampu.

Pernyataan sikap yang perlu di sampaikan oleh masyrakat papua adalah sebagai berikut:

1.kami slalu di tindas oleh NKRI dari sisi ekonomi jadi kami tolak
2.dengan kehadiran mea tempat tinggal kami (tempat makan dan minum) akan rusak.
3,kebun kami akan rusak.
4.kami tunggu hanya kemerdekaan mandiri.

Ini adalah pernyataan sikap yang harus di sampaikan oleh masyrakat karena suara masyrakat adalah suara Tuhan,yang mana hak-hak demokrasi yang penuh di realisasikan oleh masyrakat setempat untuk mengubah dinamika sosial –ekonomi yang buruk menjadi kehidupan yang layak di nikmati oleh rakyatnya sendiri.masyrakat merupakan senjatatah ampuh yang mana menjadi aset pemerinta birorkrasi daerah maka hak untuk mengungkapkan aspirasi mereka kepada pemerintah pusat untuk mengubah dunia lebih khusus di papua karena kami masyrakat papua juga hak hidup.

Apa kebijakan DPRP di bidang perdagangan dan ekonomi.

Dewan perwakilan daerah provinsi papua (DPRP) yang sudah di berikan kepercayaan dari banyak orang papua untuk menyampaikan aspirasi rakyat kepada pemrintah daerah harus bertindak tegas dengan kebijakan-kebijakan yang jelas untuk membatasih mengalihkan apa yang menjadi kerinduan bagi masyrakat papua.karean pada saat ini keberdaan orang papua masih dalam penderitaan dari sisi ekonomi.contohnya PT Freepot indonesia yang sedang bergagas di atas pulau papua untuk menjamin beberapa negara di dunia ini sementara di bawah kikisan tambang orang pribumi sedang meninggal,sakit flu dan berbagai penyakit lainnya.tetapi dari pihak PT Freepot tidak perna buka mata dengan kedaan yang sedang terjadi ini.hal ini yang merupakan kesakitan hati orang papua dan masyrakat papua yang sedang alami.karena Kita telah mengetahui bahwa  kekayaaN orang papua yang telah tersisa mau di rampas oleh Negara-negara imprealisme dan klonialisme untuk menghabiskan sisa dari nyawa orang yang ada

Maka olehnya itu,dari ketiga figur,masyrakat,mahasiswa dan DPRP harus bertindak tegas mulai dari sekarang karena ada sepata-kata mengatakan bawah kalau bukan sekarang kapan lagi dan kalau bukan kitorang siapa lagi Yang akan mengimplementasikannya.


Penulis adalah: Mahasiswa papua yang sedang kulia di Uncen.Jurusan Hubungan internasional(international Relation)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar