Mama-papua sedang menjualan di pinggir jalan sambil menerema terik matahari dengan sinar ultaravioelt yang tajam di jayapura kota depan hotel Defonsoro.(ilustrasi sumber Harian Papua)
Oleh : Yerri Kogopa
Opini-,Pertama dan utama yang masyrakat papua musti di
ketahui adalah apa itu MEA di indonesia
dan lebih khusus lagi di papua, dan apa
yang menjadi peluang dan efek negatif yang akan terjadi di papua yang penuh
dengan sumber daya alam yang tumpah rua ini.
Maka olehnya itu, saya mau ajak
teman-teman-kak,adik,kawan sahabat,sepupu ras melanesia yang ada di papua tercinta ini bahwa,
apa yang di maksud dengan MEA.
MEA adalah sebuah agenda integrasi ekonomi
negara-negara ASEAN yang bertujuan untuk menghilangkan, jika tidak,
meminimalisasi hambatan-hambatan di dalam melakukan kegiatan ekonomi lintas
kawasan, misalnya dalam perdagangan barang, jasa, dan investasi.
Hal ini dilakukan agar daya saing Asean meningkat
serta bisa menyaingi Cina dan India untuk menarik investasi asing. Penanaman
modal asing di wilayah ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan
pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan.
Pembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini nantinya memungkinkan satu negara menjual
barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara
sehingga kompetisi akan semakin ketat.
Tujuan utama MEA 2016 yang ingin menghilangkan secara
signifikan hambatan-hambatan kegiatan ekonomi lintas kawasan tersebut,
diimplementasikan melalui 2 pilar utama, yaitu
ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi
internasional (single market and production base) dengan elemen aliran bebas
barang, jasa, investasi, tenaga kerja terdidik dan aliran modal yang lebih
bebas
ASEAN sebagai kawasan dengan daya saing ekonomi yang
tinggi (competitive economic region), dengan elemen peraturan kompetisi,
perlindungan konsumen, hak atas kekayaan intelektual, pengembangan infrastruktur,
perpajakan.
Dengan secara
otomatis dengan dua pilar tujuan utama dari kehahadiran mea ini, sumber daya
papua pun akan habis apa lagi manusia papua akan keterbelakangan dan hilang lenyap ,dalam satu menit. Apakah dengan kehadiran mea akan ada peluang
yang dapat menguntungkan bagi masyrakat papua dari sisi ekonominya,karena
eksitensi papua saat ini adalah sedang di intimidasi oleh negara NKRI dari sisi
ekonominya dewan perwakilan daerah tidak perna buka mata dengan kebijakan
ekonomi yang pada saat ini ekonomi papua sedang di kuras oleh negara-negara
lain.suara dan keluan mahasiswa pun tidak perna di kabulkan oleh pemerinta
indonesia yang sebenarnta suara mahasiswa adalah senjata ampuh yang tidak perna
di kalahkan dari pihak apapun karena kehadira MEA di papua,
Iya,kehadiran MEA bagi indonesia adalah sangat
menguntungkan tetapi bagi papua sangat merugikan alias “simbiosis parasitisme” yang dapat menguntungkan bagi orang lain
seperti binatang benalu yang hidup menempel pada orang lain.
Apakah MEA memberikan
peluang untuk Papua?
Bagi Indonesia, keberadaan MEA menjadi babak awal
untuk mengembangkan berbagai kualitas perekonomian di kawasan Asia Tenggara
dalam perkembangan pasar bebas di akhir 2016. MEA menjadi dua sisi mata uang
bagi Indonesia : satu sisi menjadi kesempatan yang baik untuk menunjukkan
kualitas dan kuantitas produk dan sumber daya manusia (SDM) Indonesia kepada
negara-negara lain dengan terbuka, tetapi pada sisi yang lain dapat menjadi
boomerang untuk Indonesia apabila Indonesia tidak dapat memanfaatkannya dengan
baik.
MEA akan menjadi kesempatan yang baik karena hambatan
perdagangan akan cenderung berkurang bahkan menjadi tidak ada. Hal tersebut
akan berdampak pada peningkatan eskpor yang pada akhirnya akan meningkatkan GDP
Indonesia.
Pada sisi investasi, kondisi ini dapat menciptakan
iklim yang mendukung masuknya Foreign Direct Investment (FDI) yang dapat
menstimulus pertumbuhan ekonomi melalui perkembangan teknologi, penciptaan
lapangan kerja, pengembangan sumber daya manusia (human capital) dan akses yang
lebih mudah kepada pasar dunia.
Tetapi,untuk papua.
Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2015 adalah
sesuatu yang dapat menghancurkan keberlangsungan polah-polah hidup kami orang
papua karena kami pada dasarnya adalah belum siap untuk menghadapi,SDM papua
masih taraf masif atau minim untuk menghadapi Mea di karenakan MEA dapat
menakutkan bagi beberapa kalangan masyarakat Indonesia khususnya Papua.
Misalnya ada kekhawatiran bahwa lahan yang ada di Indonesia diambil oleh Negara-negara
asin.
Dunia persaingan tidak akan perna tinggal diam,Ia akan
mengalir seperti “MAMBRAMO” yang tidak ada batasnya.Dengan tekanan globalisasi
yang sanagt kuat akhirnya hampir semua sisi akan mempengaruhi secara terstruktural,baik itu di sisi Pendidikan,Ekonomi,Politik,Kesehatan
dan lainnya.semuanya ini akan terpengaruh apabila perkembangan globalisasi sangat lebih pesat di dunia ini maka bersiap
siaplah.
Dunia globalisasi sangat kuat dalam mempengaruhi taraf
keberlangsungan kebutuhan hidup dan dinamika klasifikasi sosial masyarakat
Papua,baik di lapangan dunia kerja Ekonomi,Berburuh,Bertanih maupun Meramu.
Ditandai dengan terjadinya pengaruh dari medan dunia persaingan,Masyarakat
Ekonomi Asean (MEA) secara otomatis akan di aktifkan dengan mempengaruhi
pola-pola kehidupan orang-orang papua
dari ekonomi berbasic local maupun nasional menjadi level Internasional dan di
dalam pembangunan berkelanjutan dalam pembangunan sebuah Negara,baik di sisi
pembangunan daerah maupun manajemen kepemimpinan Negara.
Tetapi yang lebih mempentingkan bagi kita dalam
menghadapai (MEA),adalah membuat diskusi yang sangat besar-besaran kepada
masyrakat tentang “Sumber Daya Manusia (SDM) Papua dalam menghadapi Masyrakat
Ekonomi Asean(MEA).maka itu,dengan adanya kegiatan –kegiatan seperti ini,dapat
memberikan pemahaman dan pengetahuan yang signifikan bagi kehidupan manusia di
Papua,agar kesiapan dan persiapan pribadi bisa menjamin taraf hidup yang
akuntiblitas dan struktural.
Diskusi bebas bagi orang Papua merupakan suatu kondisi
yang membuat masyrakat Papua membentuk kepribadian yang kokoh dalam menghadapi
(MEA) dan solusi bagi kehidupan tipe orang rambut keriting dan hitam kulit
dalam mengenyam Masyrakat Ekonomi Asean ini.
Kita telah mengetahuan bahwa (MEA) adalah salah satu
tekanan pengaruh era globalisasi yang sangat kuat yang mana pola-pola kehidupan
orang Papua yang tidak akan memampukan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi
Asean merupakan salah satu investasi perdagangan yang dapat bekerja sama dengan
beberapa Negara untuk dapat mengkolaborasi dalam melengkapi beberapa elemen
yang sangat penting dalam perkembangan sebuah Negara .Contoh sepuluh Negara
tetangga ASEAN seperti
Indonesia,Singapore,Malasya,Filiphina,Kamboja,Myanmar,Kuala
lumpur,Jepang,Korea.
Yang menjadi kontribusi sumber daya manusia Papua
adalah di lihat dari kemampuan dan bakat kita,bagimana mentafsirkan suatu
masalah baik di kantor,Industry,somel dan juga beberapa lapangan kerja yang ada
di Negara Indonesia.Di lain sisi akan di lihat dari pengalaman berkarir,sertifikat-sertifat
yang telah di legaliserkan dari kursus computer dan kursus Bahasa Inggris jadi
kemampuan-kemampuan ini yang akan di fungsikan dalam kerja sama Masyarakat
Ekonomy Asean ini.
Dengan adanya tanda bukti seprti ini,orang-orang Papua
bisa kerja di Negara-negara lain seperti Negara-negara tetangga kita yang
terbentang di Asia Pasifik sedangan sebaliknya orang-orang luar dari Negara
Indonesia memperbolehkan berkarir di beberapa kantor dan indusri yang ada di
dalam Negara Indonesia.
Negara Indonesia secara khusus pulau Papua adalah
tempat tersimpang kandungan minyak,gas,emas,dan beberapa mineral sehingga di
sebut paru-paru dunia yang sangat beraneka ragam dengan kekayaan alam yang
berlimpah
Bukinya,PT Freeport Indonesia yang di sebut pengusaha
raksasa barat yang bisa menjamin hampir seluruh dunia merupakan salah satu
saham kerja sama Negara-negara dan benua-benua baik benua Eropa, benua Afrika
dan benua Amerika untuk menguras kekayaan alam di papua .
Bagaimana MEA akan
mempengaruhi Polah-polah hidup orang papua. ?
Dari aspek ketenagakerjaan, terdapat kesempatan yang
sangat besar bagi para pencari kerja karena dapat banyak tersedia lapangan
kerja dengan berbagai kebutuhan akan keahlian yang beraneka ragam. Selain itu,
akses untuk pergi keluar negeri dalam rangka mencari pekerjaan menjadi lebih mudah bahkan bisa jadi tanpa ada
hambatan tertentu. MEA juga menjadi kesempatan yang bagus bagi para
wirausahawan untuk mencari pekerja terbaik sesuai dengan kriteria yang
diinginkan.
Tapi perlu diingat bahwa hal ini dapat memunculkan
risiko ketenagakarejaan bagi papua. Dilihat dari sisi pendidikan dan
produktivitas, papua masih kalah bersaing dengan tenaga kerja yang berasal dari
Malaysia, Singapura, dan Thailand serta fondasi industri yang bagi papua
sendiri membuat Indonesia masih berada pada peringkat keempat di ASEAN.
Sadangkan masyrakat papua punya polah-polah hidup pun
masih dalam taraf mencari makan minum sementara bertani, berburuh dan nelayan
di laut tidak mampu untuk berlayar di ladang MEA ,masyrakat papua akan
tertindas dengan kehadiran MEA.
Sikap yang perlu di ambil
alih oleh mahasiswa,masyrakat dan DPRP dalam menghadapi MEA
Maka solusinya adalah kita mahasiswa adalah agen
perubahan(agent of changes) untuk
perubahan wilayah papua untuk kedepan
yang lebih baik,pada saat kesempatan ini merupakan kesempatan yang efektif
untuk bertindak dan bersuara kepada pemerinta daerah maupun kepada pemerintah
pusat untuk menolak tegas dengan mengagalkan kedatangan MEA di papua.ada
beberapa pernyataan sikap mahasiswa papua yang musti di ajukan kepada negara
klonial alis indonesia adalah;
1.Kami mahasiswa papua dengan tegas menolak kedatangan
mea di papua.
2.sdm papua untuk menhghadapi aliran mea belum siap.
3.dinilai kehadiran mae bagi kami ras melanesia adalah
sebuah kesempatan bagi indonesia.
4.sda sumber daya alam papua akan di kuras dalam satu
detik.
Empat poin ini merupakan suara mahasiswa yang perlu di
desak kepada pemerinta daerah untuk tidak berlakuan MEA di papua walaupun kami
semua suda di ketahui bahawa MEA dengan secara otomatis akan masuk di papua
tetapi kita sebagai orang papua musti di desak kami bisa dan pasti mampu.
Pernyataan sikap yang perlu di sampaikan oleh masyrakat
papua adalah sebagai berikut:
1.kami slalu di tindas oleh NKRI dari sisi ekonomi
jadi kami tolak
2.dengan kehadiran mea tempat tinggal kami (tempat
makan dan minum) akan rusak.
3,kebun kami akan rusak.
4.kami tunggu hanya kemerdekaan mandiri.
Ini adalah pernyataan sikap yang harus di sampaikan
oleh masyrakat karena suara masyrakat adalah suara Tuhan,yang mana hak-hak
demokrasi yang penuh di realisasikan oleh masyrakat setempat untuk mengubah
dinamika sosial –ekonomi yang buruk menjadi kehidupan yang layak di nikmati
oleh rakyatnya sendiri.masyrakat merupakan senjatatah ampuh yang mana menjadi
aset pemerinta birorkrasi daerah maka hak untuk mengungkapkan aspirasi mereka
kepada pemerintah pusat untuk mengubah dunia lebih khusus di papua karena kami
masyrakat papua juga hak hidup.
Apa kebijakan DPRP di bidang perdagangan dan ekonomi.
Dewan perwakilan daerah provinsi papua (DPRP) yang
sudah di berikan kepercayaan dari banyak orang papua untuk menyampaikan
aspirasi rakyat kepada pemrintah daerah harus bertindak tegas dengan
kebijakan-kebijakan yang jelas untuk membatasih mengalihkan apa yang menjadi
kerinduan bagi masyrakat papua.karean pada saat ini keberdaan orang papua masih
dalam penderitaan dari sisi ekonomi.contohnya PT Freepot indonesia yang sedang
bergagas di atas pulau papua untuk menjamin beberapa negara di dunia ini
sementara di bawah kikisan tambang orang pribumi sedang meninggal,sakit flu dan
berbagai penyakit lainnya.tetapi dari pihak PT Freepot tidak perna buka mata
dengan kedaan yang sedang terjadi ini.hal ini yang merupakan kesakitan hati
orang papua dan masyrakat papua yang sedang alami.karena Kita telah mengetahui
bahwa kekayaaN orang papua yang telah
tersisa mau di rampas oleh Negara-negara imprealisme dan klonialisme untuk
menghabiskan sisa dari nyawa orang yang ada
Maka olehnya itu,dari ketiga figur,masyrakat,mahasiswa
dan DPRP harus bertindak tegas mulai dari sekarang karena ada sepata-kata
mengatakan bawah kalau bukan sekarang kapan lagi dan kalau bukan kitorang siapa
lagi Yang akan mengimplementasikannya.
Penulis
adalah: Mahasiswa papua yang sedang kulia di Uncen.Jurusan Hubungan
internasional(international Relation)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar